
Menghitung Latihan Bersama Perjalanan Harianmu
Ada satu kekeliruan yang sering dibawa peserta baru di Depok, dan ia kelihatan masuk akal: menganggap latihan sebagai tambahan yang berdiri sendiri di luar hari kerja. Pada kenyataannya tubuh menerima satu jumlah total. Berdiri berdesakan di kereta selama satu jam, berjalan dari stasiun ke kantor, lalu mengulanginya saat pulang sudah berupa beban fisik, meski tidak terasa seperti olahraga. Ketika program latihan ditumpuk di atasnya tanpa perhitungan, yang muncul di pekan ketiga biasanya tidur yang memburuk dan betis yang terus kencang, sementara kemajuannya sendiri berhenti di tempat.
Karena itu lembar catatan di Depok memuat lama tidur dan rasa lelah saat pelatih tiba, sejajar dengan beban dan jumlah ulangan. Begitu tidurmu pendek tiga malam berturut-turut, isinya diturunkan ke versi ringan yang mempertahankan kehadiran tanpa menambah utang pemulihan. Begitu akhir pekan panjang memberi tidur yang cukup, porsi terberat pekan itu dipindahkan ke sana. Pola ini membuat programnya bertahan sampai bulan keenam, dan daya tahan itulah yang paling menentukan hasil akhirnya, jauh melebihi pilihan gerakan apa pun di dalamnya.