
Kenapa Rombongan Jumat Malam Berhenti Membaik
Bulu tangkis di Jakarta hidup dalam bentuk rombongan. Tiap pekan ribuan kelompok rekan kantor, tetangga satu kompleks, dan teman sekolah menyewa lapangan di jam yang sama, main dua jam, lalu pulang. Kebiasaan ini sehat dan menyenangkan, dan banyak orang menjalaninya bertahun-tahun. Yang sering terjadi di belakangnya: permainannya berhenti berubah setelah bulan keenam. Alasannya sederhana dan tidak ada hubungannya dengan bakat. Di dalam permainan rombongan, semua orang memakai pukulan yang paling aman untuk dirinya, dan kesalahan yang berulang tidak pernah disebut oleh siapa pun karena memang tidak ada yang bertugas menyebutnya.
Latihan privat menyelesaikan bagian itu dengan cara yang membosankan: mengulang satu pukulan sampai hitungannya tercapai, sambil seseorang memperbaiki pegangan dan posisi kaki di tiap ulangan. Pemain yang menjalaninya biasanya merasakan selisihnya justru di permainan rombongan berikutnya, saat bola yang dulu menyangkut di net mulai lewat dan rally panjang berhenti menguras napasnya. Jam main rombongan tetap jalan seperti biasa, dan latihan privat berjalan di hari yang berbeda sebagai tempat memperbaiki.