
Lapangan Desa dan Alun-alun, Prasarana Olahraga Serang yang Sesungguhnya
Kalau kamu mencari gelanggang besar di Serang, daftarnya pendek. Tetapi kota ini punya sesuatu yang lebih berguna untuk latihan rutin, yaitu puluhan lapangan desa yang tetap terawat karena warganya main voli hampir tiap sore, ditambah satu alun-alun yang sudah jadi ruang olahraga bersama sejak pagi buta. Keduanya terbuka, gratis, dan ada di dekat rumah hampir semua peserta.
Itu mengubah cara program disusun. Daripada menunggu jam sewa kosong, pelatih menyesuaikan diri dengan jam pemakaian warga: datang lebih awal sebelum pemain voli berkumpul, atau memakai sisi lapangan yang sedang tidak terpakai. Jalan kawasan di Cipocok Jaya dan Penancangan melengkapinya dengan trotoar yang cukup lebar untuk sesi lari pagi, sementara sisi Kasemen menyediakan angin laut dan ruang yang lebih lega untuk sesi panjang.
Kepadatan Serang yang belum setinggi kota besar di sekitarnya juga ikut bekerja untukmu. Jarak dari rumah ke titik latihan hampir selalu di bawah sepuluh menit, dan jarak sependek itulah yang paling sering membedakan peserta yang bertahan sampai bulan keenam dengan peserta yang berhenti di bulan kedua. Satu hal kecil lain ikut menolong: biaya pakai tempat di kota ini lebih ringan daripada kawasan Jakarta, jadi keputusan mencoba cabang baru terasa lebih murah risikonya.