
Turunan di Kawalu Lebih Banyak Melukai daripada Tanjakannya
Kontur berbukit di sekitar Mangkubumi dan Kawalu sering disebut sebagai keuntungan latihan di Tasikmalaya, dan itu benar. Tanjakan memberi beban tanpa alat, menaikkan kerja jantung lebih cepat daripada jalur datar, dan membuat sesi tiga puluh menit terasa setara sesi yang jauh lebih panjang. Komunitas sepeda kota ini memakai prinsip yang sama ketika rutin menanjak ke arah Galunggung.
Yang jarang dibicarakan bagian pulangnya. Saat menurun, otot depan tungkai menahan berat badan berulang kali sambil memanjang, dan itu jenis kerja yang paling cepat menimbulkan nyeri lutut pada orang yang baru mulai berlatih. Rasanya justru ringan ketika dikerjakan, sehingga pelari baru biasanya menambah jarak turunan tanpa merasa berlebihan, lalu nyeri muncul dua hari kemudian dan latihan berhenti di situ.
Karena itu jalur berkontur dipakai dengan dosis. Periode awal memakai tanjakan sebagai beban dan memilih jalur pulang yang landai atau berjalan pada bagian paling curam. Kekuatan pinggul dan otot sisi luar tungkai dibangun lebih dulu, baru porsi turunan dinaikkan sedikit demi sedikit. Peserta Kursus Olahraga Tasikmalaya yang mengikuti urutan ini biasanya bisa memakai jalur bukit penuh pada periode ketiga tanpa lututnya protes.