
Liga Antar Kantor dan Alasan Orang Surabaya Belajar Serius
Bulu tangkis di Surabaya hampir selalu punya tujuan yang jelas, dan tujuan itu biasanya bernama turnamen. Kawasan industri di Rungkut, pergudangan di Margomulyo, dan kantor di sekitar Darmo rutin menggelar liga antar divisi, lengkap dengan undian, seragam, dan papan skor. Pemain yang sudah belasan tahun bermain tiap Jumat malam mendadak sadar bahwa servisnya gampang dibaca, dan di titik itulah ia mencari pelatih.
Kelompok peserta kedua datang dari arah sebaliknya, yaitu orang tua yang mengantar anaknya ke hall dan ingin tekniknya dibereskan sejak awal supaya kebiasaan salah tidak perlu dibongkar belasan tahun kemudian. Keduanya berlatih di gedung yang sama dan sering di jam yang sama, tapi isi sesinya berbeda jauh: satu memangkas kebiasaan lama, satu membangun dari nol.
Yang menyatukan keduanya adalah ongkos jam lapangan. Di kota dengan slot petang yang selalu diperebutkan, satu jam yang terbuang terasa mahal, jadi rencana sesi disusun sebelum kamu masuk gedung dan pemanasan dimulai di pinggir lapangan sambil menunggu giliran.
Jadwal liga itu sendiri yang kemudian menekan jam latihan. Pertandingan antar divisi hampir selalu digelar pada malam hari kerja, dan tempatnya gedung yang sama dengan tempat orang biasa berlatih, jadi dua pekan sebelum undian keluar slot petang di sisi tengah kota makin susah dipegang. Peserta yang menyiapkan diri untuk liga karena itu sering digeser ke sisi selatan. Jarak tempuhnya bertambah, dan satu jam lapangan yang pasti ternyata lebih berharga daripada setengah jam yang diperebutkan.