Istilah Sumo yang Dipakai Tanpa Diterjemahkan
Nama latihan, gaya bertarung, dan arena dipakai dalam bahasa aslinya, termasuk di kelas amatir.
- Dohyo
- Arena sumo berupa lingkaran yang batasnya ditandai tali atau tanggul tanah. Keluar dari lingkaran itu sudah cukup untuk mengakhiri satu pertarungan.
- Mawashi
- Ikat pinggang kain yang tebal dan panjang, dipakai bertanding dan sekaligus jadi satu-satunya tempat yang sah untuk dipegang lawan.
- Shiko
- Nama latihan mengangkat kaki tinggi ke samping lalu menghentakkannya turun. Ia juga gerakan yang terlihat pada upacara pembuka pertandingan.
- Suriashi
- Nama latihan berjalan menyeret kedua telapak kaki tanpa pernah mengangkatnya. Namanya dipakai juga untuk cara berjalan itu di dalam pertarungan.
- Tachi-ai
- Benturan pembuka ketika kedua orang bangkit dari jongkok lalu bertemu di tengah. Ia bagian yang paling sering menentukan arah sisa pertarungan.
- Matta
- Pembukaan yang dibatalkan karena salah satu orang bergerak lebih dulu. Kedua orang kembali ke posisi jongkok dan memulai lagi dari awal.
- Oshi-zumo
- Gaya bertarung yang mengandalkan dorongan di dada dan badan tanpa memegang sabuk. Peserta bertungkai kuat umumnya condong ke gaya ini.
- Yotsu-zumo
- Gaya bertarung yang bekerja dari pegangan pada sabuk. Panjang lengan dan kekuatan punggung lebih menentukan di gaya yang satu ini.
- Tsuppari
- Rentetan tepukan terbuka ke dada dan bahu yang dipakai membuka jarak. Ia terlihat seperti dorongan beruntun dengan kedua tangan bergantian.
- Kimarite
- Nama resmi untuk teknik yang menyelesaikan satu pertarungan. Daftarnya panjang, dan tiap nama menyebut cara lawan dipindahkan keluar atau diturunkan.
- Keiko
- Sebutan untuk sesi latihan. Isinya berulang dari hari ke hari, dan pengulangan itu memang bagian dari cara metodenya bekerja.